Rabu, 20 Februari 2013

Masa SMP


Masa SMP

Ketika mentari menerpa semua wajah yang ceria. pada semua yang dirasakan saat gembira  indah ciptaan-Nya.Memang hidup didunia sungguh indah tapi semua itu ilusi yang tak  pernah hilang dalam diri manusia,sama seperti yang kurasakan saat pertama kali harus terpaksa untuk tercandu dalam kesenjangan “feeling”
. Sekuntum kalbu merasuk bagai udara mengalir dan menggantikan sumber kehidupan dalam raga setiap insan dan terus berjalan tanpa henti. Rasa itu terlihat berharga  saat kehilangan garwa meski tidak tahu siapa itu tapi selalu terbayang oleh kenangan yang tak hentinya menusuk hati hingga nyiris  menyayatnya sampai terasa. Dalam jiwa gundah membuat semua tak terkendali normal. Memang tak dapat dipungkiri perasaan yang dalam membuat tak bisa melupakan apa yang telah terjadi sehinnga  bayangan dalam kalbu itu merasuki dan membuat sedih dalam hati sampai  ajal (semoga tidak). Mencoba berbagai cara untuk melupakan sesuatu yang indah memang sulit dilakukan jika hanya angan. Tak pernah terpikirkan apa yang terjadi dalam benakku. Setiap aku melihat aku terbayang olehmu hingga bayang kalbumu merasuk dalam jiwa. Apakah ini dinamakanya cinta mati ?  semua tak begitu jelas dan pasti, hanya sebuah keinginan yang tak hentinya meracuni. Am aku, aku akan menegaskan dan membuat nyata sampai nanti sampai kita dapat bertemu layaknya drama yang romantis,,, :)










Saat pagi tiba berangkatlah aku menggapai sebuah mimpi yang aku dapatkan tadi malam, ternyata hanya pemikiran masa depan yang tak punya arah, ah tidak apa. Hari seperti biasa kukayuh sepeda untuk belajar melaksanakan tuntunan mencari ilmu dalam kesendirian yang tak pernah kurasakan kecuali dalam rumah yang dapat ramai ku rasakan kebersamaan dalam keluarga. “Sruk-sruk” suara sepeda yang aus mengiringi perjalanan yang lumayan jauh sekitar 7 km dari rumah dan suara motor menderu simpang siur pada telinga kanan “huh membisingkan sekali”. Setelah smpai aku parkir itu sepeda dekat warung yang biasanya tempat aku mangkal dengan teman, kala itu aku berumur 15 tahun. Dimulai saat aku mengikuti pelajaran memang rasa sungguh-sungguh melekat pada diri dan lamunan pun mulai merasukbahwa aku nanti bias seperti kakak kelas yang dapat juara dalam akademik”darr’ lamunanku meletus ketika guru matemaika koko memperingatkanku untuk tidak melamun dalam pelajaran. Setiap kali aku mengingat sesuatu yang special dimataku itu, selalu muncul dalam lamunanku dan terus terbayang dalam otak,membuat aku jadi terbang layaknya burung yang tak pernah bisa sampai ke langit tujuh “hah payah”.
          “Teet-Teeeeeet” bunyi bel istirahat berbunyi berakhir sudah anganku pagi itu,warung sudah memanggil untuk menjejali mulut yang haus akan makan. Biasanya yang kulakukan duduk didekat lapangan basket dan melihat pemandangan sekitar sekaligus bercanda tawa dengan teman, rasanya free banget tak terbebani pikiran apapun karena lagi malas dan terasa sejuk hawa disekitar lingkungan itu sehingga menggugah kalbu untuk menetap. Sinar yang cerah memantul setiap wajah dan biasanya kutangkap hingga silau saat melihat wajahmu yang ceria menatap ku dan senyumanmu yang merobek-robek  jiwa sampai terhembus terbang ke langit. Mata mu yang bersinar membuat aku tak berdaya, wah sungguh terpana aku jilbab panjang yang terurai menutup aurotmu,laku yang masih kanak-kanak jadi membuat aku tertawa, jadi ada bedanya hahaha.. lucu kau.Satu kali aku menatapmu biasa saja tapi entah mengapa aku sering ketemu dan melihatmu seperti ini membuat perasaan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya menjadi sebuah angan dan keinginan untuk mengenalmu. Sudah lama aku tahu namamu segala tingkah lakumu termasuk keindahan mu yang semakin mengguncangkan hati ,tapi kenapa raga ini enggan reflek untuk menerpa si gadis itu tak mau raga ini mendekati ,sesekali berpapasan denganmu hanya senyuman dari hati dan keluar, tidak pernah mencoba untuk mendekat dan ngomong saja apa isi hati ini, aku termakan malu dan sungkan. Setelah kejadian itu aku agak memendam perasaan ini meski aku belum tahu apa arti cinta karena cinta masa ini adalah cinta monyet tapi ku anggap sebagai cinta pertama meski ku tak pernah memilikimu. Setelah beberapa bulan berada dikelas yang baru teman baru tapi enak juga karena sangat jayanya kelas itu dalam pertandingan bola antar kelas kelas kami tiada tandingannya semua terkalahkan dan ampun. Di kelas inilah aku mulai mengenal dia evi yang imut menggemaskan jadi tertarik aku, tapi lagi-lagi ku pendam perasaan ini sampai dia jadi milik orang lain setelah setahun, naik kelas lagi. Pada kelas akhir ini ku tak memikirkan apa-apa hanya sekedar berteman baik dengan semua. Setelah aku lulus yah sudah lulus dan kujalani sekolah sma di tanjunganom juga sampai kutemukan cintaku atau ku dapatkan cinta yang dulu pernah yang tertunda, aku tak tau lah. Berbicara cinta tiada habisnya kupikirkan dan  saat aku merasakan itu dibarengi dengan kondisi sosial yang baik antara aku dan keluargaku saat inimenjadikan aku agak pesimis jalani hidup kurang free jadinya,hah tak kupedulikan “terserah”. Sekolah pada sma berlangung biasa saja dan tiada angin cinta yang berhembus menggugah naluri untuk maksut tertentu. Lansung saja aku enjoy dengan teman yang gokil,dan kujadikan rival ku dan selalu bersama namanya menthok . Setiap kali buat gara-gara kami siap mengubahnya dengan jadi apalah bingung ,pokoknya kita teman rival yang selalu bersatu layaknya NKRI harga mati,hahaha. Setelah 3 tahun di sma 6 bulan sebelum kelulusan ada teman yang dulu pernah aku sukai tapi tidak juga merasakan getaran cinta itu lagi hanya merasa sebagai teman deket, meski teman banyak di kelas tapi rasanya sepi dan kurang bersemangat ae atau biasa saja. Kehidupan yang tak di anggap kurasakan saat itu dan rasanya ingin segera keluar saja, mungkin karena ketidakselarasan pemikiran dan pendapat dan omonganku pun tak pernah dibuat sesuatu ide yang cocok padahal, semua sesuai dengan fakta jika ideku dipakai ”ya sudahlah”.  Setelah menjelang ujian aku mulai mmenambah kedekatanku dengan Sang Khalik. Berulang kali suatu medan menarik pikiran dan tujuanku setelah lulus, pemikiran sesaat yang konyol karena berapa biaya hidupnya jika tanpa sanak saudara yang ada disana “payah”. Setelah dua bulan kemudian penguman lulus  

0 komentar:

Posting Komentar